Aku tak membiarkan matamu jatuh di etalase mall penuh gincu
Menilai lalulalang orang dalam harga tipu lampulampu
Di depan kaca kita bercermin
Saling memandang antara bau lipstik penjaga dan senyum ramah yang lelah
Merayu kita antara gengsi ataukah menawar yang inti
Padahal kita sadar semua ukuran tak bisa ditawartawar
Aku tak membiarkan matamu jatuh di mall penuh gincu
Antara malam dan siang selalu terlihat remang pada jantungmu
Makanya kugamit alismu dalam khusyuk penuh wudu
Tilawah tiap lembar
Berpendar cahaya mata penuh kunangkunang
Lalu kita mengkhatamkan debu Istighfar
Berpijar jadi bintang di jantungmu, di jantungku, dan di jantung kupukupu penuh rindu
SHT, 070818
Comments
Post a Comment